<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1814447242359402199</id><updated>2011-07-28T08:25:11.608-07:00</updated><category term='खुलाफौ रस्यिदीन'/><category term='सेजारह परा खालिफः'/><title type='text'>Al-d@rwisy</title><subtitle type='html'>ini tidak akan di mengerti oleh hati yang penuh dusta, yang buta oleh warna-warni dunia yang fana, . . .</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://al-darwisy.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1814447242359402199/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-darwisy.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Menghilang menjadi Kamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09354978129842306692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-bBJkkBaBhsE/TYotNx24RXI/AAAAAAAAAB0/QgUoJDqt3JI/s220/aaaaa.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1814447242359402199.post-3669751599606331533</id><published>2011-04-20T12:43:00.000-07:00</published><updated>2011-04-20T20:46:13.526-07:00</updated><title type='text'>Lihatlah Sekitar Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-SbVvureJt_M/Ta86eNo5-6I/AAAAAAAAACc/wMwKAaQYI9Q/s1600/kemiskinan%2Byunani%2BflickrCom.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-SbVvureJt_M/Ta86eNo5-6I/AAAAAAAAACc/wMwKAaQYI9Q/s400/kemiskinan%2Byunani%2BflickrCom.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597757152576535458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait memang antara sebab dan akibat, setiap orang telah memahami betul hukum kasualitas tersebut, begitu pula keterkaitan antara kehidupan sekarang dengan kehidupan setelah kematian. Terutama orang-orang yang telah memahami agama lebih dalam, jauh dari orang-orang biasa pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun teori ini layaknya informasi yang berlalu bagaikan pengetahuan belaka. Dalam faktanya, pengejawantahan dari hal ini sangatlah minim dimaknai secara empiris dan mendarah daging. Dengan berbagai dalih dan seribu alasan yang mereka utarakan, menjadi stetmen pembenaran yang tanpa sadar ditunggangi oleh berbagai kepentingan. secara radikal ternyata hal ini mengotori niat suci mereka dalam menempuh tujuan awal yang sangat mulia. Inilah akar masalah dari pengamalan sepak terjang seorang insan yang salah kaprah dalam mengartikan dan menunaikan langkah untuk mencapai satu tujuan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bisa saja mengatakan “tujuan kita sama, adalah untuk menjadi insan yang mulia, yang mendapatkan kebaikan dan keselamatan di dunia maupun di akhirat” namun seperti biasanya, teori tak semudah praktek, butuh suatu bukti bukan janji, karena cita-cita tersebut bukanlah suatu harapan yang dapat diraih dengan kelalaian waktu serta tidak cukup dengan keyakinan yang hanya berharap mendapatkan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah fakta kekinian dan fakta sejarah berperan. Mengapa kita tidak melihat disekitar kita, mengapa kita tidak belajar dari masa lalu? Ada berjuta hikmah yang dapat dipetik jika kita mau memetiknya. Menelusuri setiap liku yang menjadi teka-teki bagi kehadiran problematika diri ini bahkan hingga negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang boleh saja merasa benar dengan keadaannya saat ini, orang bisa melakukan kebaikan yang katanya dapat dilipat gandakan kebaikan itu, dengan ukuran yang mereka yakini sebagai pedoman hidupnya, dari setiap redaksi tekstual yang mereka benarkan untuk tetap ada. Tapi tidakkah mereka melirik sedikit kisah tentang sejarah peradaban dimasa lalu? Tentang kesaksian, tentang keterbelengguan, tentang loyalitas dan kebenciaan serta tentang harapan dan kecemasan, yang semuanya terangkum menyeluruh dalam sebuah perangkat dan keyakinan. Bukan sekedar logika dan dialektika, apalagi sekedar romantika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironi memang ketika kedangkalan berpikir dan keterbelengguan ilmu dimaknai sebagai jastifikasi penghambaan total yang hanya karena-Nya. Inilah yang kian menyuburkan pragmatisme di setiap lini kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tidak heran fakta sejarah membuktikan banyaknya Tokoh Masyarakat, Kyai dan Alim Ulama yang mencoba keluar dari keterbelengguannya tersebut menjadi tokoh Atheis dan Komunis yang Sosialis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengepakkan sayapnya dalam indahnya fathamorgana sekuleris yang kapitalis,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada yang gagah berkoar dengan kemantapannya dalam pluralis,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang bangga akan keleluasaannya menyebarkan keyakinannya yang liberalis,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ahli fiqih yang sekehendaknya mengeluarkan fatwa halal-haram namun patuh pada pesananan hirarki,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah lembaga pragmatis yang terfokus hanya pada sosial, pendidikan dan kemasyarakatan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah lembaga yang konsentrasi pada hal furu (cabang) dan ringan tangan dalam membid’ahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;modernis kooperatif/dakwah parlementer yang tanpa sadar terwarnai menjadi korban bejatnya tirani,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oposisi non kooperatif/dakwah ekstra parlementer yang idealis namun keliru memahami furqan dan revolusi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang radikalis yang menggebu memberantas kemunkaran dengan kekerasan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau bahkan seorang fundamentalis yang tak mengerti sekuritas dan merealisasikan TEROR BOM menjadi jihad fii sabilillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak mendapatkan kepuasan dalam aspek sosial dari keIslamannya, yang bertentangan atas fitrah dirinya sebagai makhluk sosial bahkan bertentangan dengan keyakinannya Islam sebagai agama yang Rahmatan lil a’lamin (Rahmat bagi semesta alam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kalian sekali-kali berharap menjadi seorang Muslim yang Hanif ketika kalian tidak memilh jalan orang-orang beriman terdahulu sebagaimana para mujahid, shiddiqin dan salafus shaleh yang telah diberi nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bohong besar harapan kalian menjadi mukhlisinna lahuddin (orang yang Ikhlas dalam menegakkan dhien) jika kalian lebih meluangkan waktu terhadap keduniaan yang tak ada korelasinya dengan Idzharuddhien (menjelaskan Dhien) dan lebih nyaman berlama-lama dengan kepentingan pribadi yang pasti hilang ditelan masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah disekitar kita, …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah tengok dan rasakan, terus resapi hingga relung sanubari yang paling dalam. Betapa banyak nikmat Allah yang telah kita dustakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semilir mentari yang tergantikan oleh gelapnya malam. Dari setiap simbol yang ternodai oleh berbagai argumentasi pembenaran. Dari setiap eksistensi yang sekedar pengakuan. Dari setiap kesedihan dikala kebahagiaan terbungkam. Dan dari setiap kepedulian yang terabaikan hingga kalian lebih memilih diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan demi Diri-Nya yang jiwaku berada dalam genggamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak orang yang ketika hari itu dibangkitkan dalam keadaan buta. Kemudian mereka bertanya “Yaa Allah mengapa kami menjadi seperti ini padahal saat dahulu (di dunia) kami dapat melihat?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam_&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ad-Darwisy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 19 April 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1814447242359402199-3669751599606331533?l=al-darwisy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-darwisy.blogspot.com/feeds/3669751599606331533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-darwisy.blogspot.com/2011/04/lihatlah-sekitar-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1814447242359402199/posts/default/3669751599606331533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1814447242359402199/posts/default/3669751599606331533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-darwisy.blogspot.com/2011/04/lihatlah-sekitar-kita.html' title='Lihatlah Sekitar Kita'/><author><name>Menghilang menjadi Kamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09354978129842306692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-bBJkkBaBhsE/TYotNx24RXI/AAAAAAAAAB0/QgUoJDqt3JI/s220/aaaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-SbVvureJt_M/Ta86eNo5-6I/AAAAAAAAACc/wMwKAaQYI9Q/s72-c/kemiskinan%2Byunani%2BflickrCom.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1814447242359402199.post-2003141555318282858</id><published>2011-03-28T15:25:00.000-07:00</published><updated>2011-03-28T15:36:13.817-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='सेजारह परा खालिफः'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='खुलाफौ रस्यिदीन'/><title type='text'>Senandung Empat Sahabat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-9HVtB6dvziI/TZELLDoQ6UI/AAAAAAAAACU/bLNue9vPMSs/s1600/utsman%2B550x190.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 138px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-9HVtB6dvziI/TZELLDoQ6UI/AAAAAAAAACU/bLNue9vPMSs/s400/utsman%2B550x190.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5589260897124149570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;~Bismillah~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari berbagai sudut pandang, atas, bawah, samping, depan dan belakang, ternyata Islam adalah sebuah kesatuan yang disebut dengan Sistem yang utuh, didukung oleh sub-sistem yang ada. Sebenarnya DienuL Islam dalam bahasa Arab; Dien berarti pola hidup, system hidup, seluruh aspek kehidupan. Jadi Dien Islam adalah system Hidup ISLAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seiring cukup Rumitnya penerjemahan kepada bahasa Indonesia, maka kata “Dien” diterjemahkan menjadi kata “Agama”. Entah karena terlalu kompleksnya proses penyaduran atau apapun itu namun yang kita ketahui bahwa arti kata Agama itu dari bahasa sansakerta yang berarti A= tidak, Gama= Kacau Balau, maka Agama membuat kehidupan Manusia tidak kacau balau, aman dan sentausa. Secara tersirat kata “Agama” tersebut memiliki esensi yang hampir serupa dengan apa yang dimaksud Dien Islam. Yang terpenting adalah, kita memahami bahwa ISLAM itu memang salah satu Sistem Hidup yang dipilih manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita kembali melihat sekitar 15 abad silam, saat Islam dalam proses kebangkitannya, Rasulullah menyusun strategi dengan begitu apik dan ideal, saat itu kebangkitannya tidak lepas dari peran penting Sahabat setia Rasulullah yakni Khulafau Rasyidin, meskipun sebenarnya sahabat-sahabat yang lain pun turut memiliki andil penting dalam Idzharuddien (menJelaskan Dien) ini, maka tidaklah berlebihan jika Rasulullah menyebutkan 10 orang Sahabat yang dijamin masuk Surga, dan 4 dari mereka adalah Khulafau Rasyidin, . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khulafau Rasyidin yang kita kenal adalah sosok para sahabat kharismatik yang memiliki karakter khas satu sama lainnya, mereka memiliki kompleksitas aroma keharuman tersendiri, dari keragaman 4 sahabat penopang Dienul Islam inilah menjadi Semiotika (simbol) penopang bagi kejayaan Islam, dimana eksistensi mereka dapat dinilai sebagai inti sub-sistem bagi sebuah Sistem Agung yang bernama ISLAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khulafau Rasyidin 4 Sahabat sebagai Simbol kekuatan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Abu Bakar Ash-Shiddiq (Abdullah Ibnu Abi Quhafah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah masyarakat makkah dari dolongan Ahli Kitab dan pemeluk Agama Ibrahim yang ta’at, eksistensinya ditengah masyarakat makkah sangat berperan penting terhadap dirinya, karena beliau termasuk pemuka agama dan tokoh masyarakat yang dihormati pada saat itu, dia sebagai hakim agung, saudagar yang disegani, penafsir mimpi, jujur dan berwibawa. Oleh karena itu, dengan keunggulannya sebagai Tokoh Agama inilah membuat para kaum ahlul kitab yang ta’at, kaum marjinal/ budak, orang miskin, dan anak muda memasuki Dien Islam tanpa paksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini gambaran dari sosok ketauladanan Abu Bakar Ash-Shiddiq terpatri pada setiap diri yang terdapat pada tokoh masyarakat, para Kiyai, para ulama dan para pemuka agama. Dimana pada saat ini masyarakat pada umumnya masih menjunjung tinggi ketauladanan para tokoh dengan skala figuritas yang cukup tinggi. Para masyarakat yang simpati terhadap kharisma para pemimpin negeri, para siswa yang menghormati gurunya, para santri yang berbakti kepada Kiyainya. Maka tidak dapat dipungkiri eksistensi para tokoh masyarakat ini memang sangat berperan penting terhadap masyarakat umum dewasa ini, di mana saat ini masih terjadi kemiskinan keteladanan yang sangat memperihatinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka alangkah indahnya ketika masyarakat dapat digiring melalui kesadaran individunya, dengan modal ketokohan mereka kepada Dienul Islam, kepada sistem hidup Islam yang mereka benar-benar berserah diri kepada Allah dan RasuL-Nya, lewat pendekatan emosional dan spiritual yang tinggi sehingga menyerahkan jiwa, raga, harta, waktu dan tenaganya untuk tunduk dengan aturan Al-Qur’an. Walau hal ini membutuhkan skala program jangka panjang dalam proses penyadaran masyarakat dewasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Umar Ibnu Khathab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikenal sebagai Assadullah (Singa Allah), singa padang pasir. Ummat muslim akan menjadi laksana singa yang lapar di siang hari dan menjadi laksana Rahib ketika malam mencekam. Beliau adalah orang yang paling Zuhud, yang tidak risau terhadap indahnya kemilau fathamorgana Dunia, beliaupun termasuk Tokoh yang sangat berpengaruh di Makkah di masanya. Beliau menjadi juara gulat di makkah, dikarenakan tubuhnya yang kekar, kegagahan dan sikap keberaniannya melawn siapapun. Beliau lahir dari keluarga kondisi menengah, dan ikut pada kebiasaan masyarakat Makkah jahiliyyah pada saat itu seperti; mabuk-mabukan, berjudi, dan membunuh anak perempuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika Taufik dan Hidayah Islam berpihak kepada dirinya, berangsur-angsur beliau meninggalkan kebiasaan kaum jahiliyyahnya, dan mengingkari segala penghambaan kepada selain Allah. Keyakinannya berbalik 180 derajat namun tidak pada karakter kepribadiannya yang keras dan tegas. Maka dari itu eksistensi dirinya sangat berpengaruh kepada kebangkitan Dienul Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari masuknya beliau kepada Islam inilah, salah satu sebab turunnya wahyu kepada Rasulullah untuk berdakwah secara Idzhar (terang-terangan). Islam saat itu menjadi lebih kuat dan lebih memiliki taring dan bargaining position di mata masyarakat jahiliyyah. Abu jahaL dan Abu sufyan cs meski berusaha keras dan berpikir panjang untuk memboykot dakwah Islam, tidak sembrono dan lebih berhati-hati karena keberadaan Umar di pihak Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah Simbol Islam dari aspek kekuatan jasad dapat dinilai dan terukur bahwa tidak ada kemenangan yang nyata tanpa gertakan dan kekuatan fisik sebagai aplikasi dari aspek pertahanan dan keamanan (Kekuatan Militer).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tidak dapat dipungkiri Semiotika dari tokoh Umar Ibnu Khatab ini sangatlah urgen guna melangsungkan kehidupan Islam yang kuat demi Baldathun Thayibatun wa rabbun ghaffur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       Utsman Ibnu Affan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat yang satu ini adalah seorang pengusaha yang kaya raya namun dermawan dan seorang ekonom yang handal, banyak bantuan sumbangsihnya dalam aspek ekonomi kepada ummat muslim di awal dakwah Islam. Rasulullah Saw sendiri menggambarkan Utsman bin Affan sebagai pribadi yang paling jujur dan rendah hati diantara kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliaupun sosok yang sangat ta’at kepada Rasul-Nya. Hal ini tercermin disaat Beliau dan Istrinya beserta ummat muslim diperintahkan Rasul untuk berhijrah ke Habbasiyah (Ethiopia), tanpa banyak berdalih, beliaupun berangkat ke Habbasyah, meninggalkan seluruh harta kekayaannya di Mekkah.  Hatinya bersih dari penyakit Al-Wahn (Cinta Dunia dan Takut Mati). Terbukti pada peristiwa Hudaibiyah, disaat beliau menjadi delegasi Madinah untuk menemui Abu Sufyan di Mekkah yang taruhannya adalah nyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah seorang ekonom sekaligus politisi yang handal dan memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi, Utsman bin Affan membeli sumur yang airnya jernih dari seorang Yahudi seharga 200.000 dirham. Setelah Yahudi itu bersikukuh untuk tidak menjualnya. Namun dengan kecerdasan Utsman, beliau mengusulkan untuk membeli sumur itu dengan sehari miliknya dan sehari milik Yahudi itu, seterusnya selang sehari Ummat Islam memiliki sumur itu, dan hari berikutnya ummat Islam harus membelinya kepada Yahudi itu, namun dihari saat sumur itu milik Yahudi, tidak ada ummat Islam yang membeli air sumur itu dikarenakan persediaan di hari kemarin masih sangat banyak. Begitulah setiap harinya, hingga akhirnya yahudi itu tak tahan atas kerugiannya dan menjual penuh sumurnya kepada Utsman bin Affan dan sumur itu beliau wakafkan untuk kepentingan rakyat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kelapangan Hati dan kelapangan Hartanya, beliau telah banyak membantu menopang aspek ekonomi pada saat itu, diantaranya:&lt;br /&gt;    * Beliau mendermakan 1000 ekor unta dan 70 ekor kuda, ditambah 1000 dirham sumbangan pribadi untuk perang Tabuk, nilainya sama dengan sepertiga biaya perang tersebut.&lt;br /&gt;    * Pada masa pemerintahan Abu Bakar, Utsman juga pernah memberikan harta pribadinya dalam bentuk gandum yang diangkut dengan 1000 unta untuk membantu kaum miskin yang menderita di musim kering.&lt;br /&gt;    * Memperluas Masjid Madinah dan membeli tanah disekitarnya.&lt;br /&gt;    * Setiap hari jum’at beliau memerdekakan seorang budak (bila ada)&lt;br /&gt;    * Membakukan dan meresmikan mushaf yang disebut Mushaf Utsamani, yaitu kitab suci Al-Qur’an yang dipakai oleh seluruh ummat Islam seluruh Dunia hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah salah satu simbol kekuatan yang menyokong keberlangsungan Dienul Islam dalam melebarkan sayapnya di seluruh penjuru dunia, yakni kekuatan Ekonomi dan Politik yang sangat mapan, bersih dan bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.       Ali ibnu Abi Thalib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasullullah SAW mulai menyebarkan Islam, Ali saat itu berusia sekitar 10 tahun namun ia mempercayai Rasullullah SAW dan menjadi orang yang pertama masuk Islam dari golongan anak-anak. Masa remajanya banyak dihabiskan untuk belajar bersama Rasullullah sehingga Ali tumbuh menjadi pemuda cerdas, berani, dan bijak. Saat Rasullullah SAW hijrah, beliau menggantikan Rasullullah tidur di tempat tidurnya sehingga orang-orang Quraisy yang hendak membunuh Nabi terpedaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali Ibnu Abi Thalib tidak hanya tumbuh menjadi pemuda cerdas, namun juga berani dalam medan perang. Bersama Dzulfikar, pedangnya, Ali banyak berjasa membawa kemenangan di berbagai medan perang seperti Perang Badar, Perang Khandaq, dan Perang Khaibar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau memiliki keperibadian yang pemalu dan sangat zuhud terhadap dunia, menjadi sosok teladan bagi ummat muslim khususnya para pemuda. Santun dan memegang teguh tali buhul; Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Dalam dirinya terpatri kesungguhan dalam menimba ilmu, kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun, walau kepada anak kecil sekalipun. Dari dalam dirinya terdapat jiwa pengkader dan pendidik yang lugas. Tercermin bagaimana beliau mendidik dan mengkader anak-anaknya Hasan bin Ali dan Huseyin bin Ali, darinya terlahir sosok-sosok pemuda Islam yang santun, tegar, berakhlak mulia dan menjadi teladan bagi Ummat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kebersamaannya bersama Rasulullah dan ummat muslim disaat suka maupun duka, beliau sangat memahami kunci keberhasilan tegaknya Dienul Islam pada saat itu. Yakni aqidah yang terbangun dari masyarakat yang terdiri dari setiap jiwa-jiwa yang bersih, berakal dan berserah diri. Terutama dikalangan pemuda. Pemuda adalah penerus, regenerasi dari estafeta peradaban Islam hingga akhir zaman. Karena dari jiwa-jiwa setiap pemudalah semangat memperjuangkan Idealisme itu mulai berkobar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah yang membuat Ali ibnu Abi Thalib menjadi simbol kekuatan kepemudaan dan menjadi salah satu penopang kejayaan Islam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________________________________________&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 4 Sahabat Khulafau Rasyidin inilah terbentuk suatu kesatuan kokoh di awal peradaban Islam, mereka menjadi simbol dan pilar-pilar pengokoh Islam dalam praktik bernegara dimasanya. I-pol-ek-sos-bud-han-kam (Ideologi-Politik-Ekonomi-Sosial-Budaya-Pertahanan-Keamanan). Semoga hal ini dapat menambah khazanah dan memperjelas betapa kompleks dan sempurnanya Dia menciptakan keragaman dalam kesatuan Din Islam yang mereka (orang-orang kafir) itu  selalu berusaha memadamkan cahaya-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, apakah hal tersebut masih representative untuk kita teladani dan kita aplikasikan di zaman modern ini ?? sementara mereka adalah 4 sosok Sahabat Rasul yang telah dijamin menghirup wangi Surga, . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aspek apakah yang dapat memperkokoh tegaknya bangunan dien Islam ini, dan apakah yang menjadi pembeda kepada mereka, jika orang-orang kafir pun ternyata melakukan usaha dengan aspek-aspek yang sama seperti ummat muslim yang demikian itu ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Satu  Jari !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ad-darwisy&lt;br /&gt;04:06 AM - 29-03-2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1814447242359402199-2003141555318282858?l=al-darwisy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-darwisy.blogspot.com/feeds/2003141555318282858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-darwisy.blogspot.com/2011/03/senandung-empat-sahabat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1814447242359402199/posts/default/2003141555318282858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1814447242359402199/posts/default/2003141555318282858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-darwisy.blogspot.com/2011/03/senandung-empat-sahabat.html' title='Senandung Empat Sahabat'/><author><name>Menghilang menjadi Kamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09354978129842306692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-bBJkkBaBhsE/TYotNx24RXI/AAAAAAAAAB0/QgUoJDqt3JI/s220/aaaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-9HVtB6dvziI/TZELLDoQ6UI/AAAAAAAAACU/bLNue9vPMSs/s72-c/utsman%2B550x190.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1814447242359402199.post-3549022253927166420</id><published>2011-03-23T10:17:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T10:20:37.051-07:00</updated><title type='text'>Yang tak terulang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-DFIpaomwLvI/TYor0Zx03uI/AAAAAAAAABs/lUSulwb9E4w/s1600/nikah-3.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-DFIpaomwLvI/TYor0Zx03uI/AAAAAAAAABs/lUSulwb9E4w/s400/nikah-3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587326466979585762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masihkah ada asa dalam hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat rindu tlah terangkum di ujung penantianmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih adakah getaran dalam hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat penantian tlah bermuara pada waktu yang dahulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiadakah pesonanya menyilaukanmu hingga kau jauh terlelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukankah dinding itu tlah selesai dengan tersusun rapih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau kita harus kembali ke masa lalu yang tlah tiada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perlukah kita membuka lembar tawa canda yang kini entah kemana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersama rinduku dan rindumu yang masih slalu membara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang terpahat kokoh dalam sanubari hati kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;udara ini terlalu segar untuk tak kuhirup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ku kan slalu terjaga dalam pesona rindumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;asalkan kau slalu tetap dalam kepastian yang dahulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ad-darwisy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2011-03-21&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1814447242359402199-3549022253927166420?l=al-darwisy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-darwisy.blogspot.com/feeds/3549022253927166420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-darwisy.blogspot.com/2011/03/yang-tak-terulang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1814447242359402199/posts/default/3549022253927166420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1814447242359402199/posts/default/3549022253927166420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-darwisy.blogspot.com/2011/03/yang-tak-terulang.html' title='Yang tak terulang'/><author><name>Menghilang menjadi Kamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09354978129842306692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-bBJkkBaBhsE/TYotNx24RXI/AAAAAAAAAB0/QgUoJDqt3JI/s220/aaaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-DFIpaomwLvI/TYor0Zx03uI/AAAAAAAAABs/lUSulwb9E4w/s72-c/nikah-3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1814447242359402199.post-7564070313506817169</id><published>2010-08-13T21:45:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T21:51:21.449-07:00</updated><title type='text'>Bukan Puasa kewajiban kita !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_HiLFVE-MGpk/TGYgjHx3TCI/AAAAAAAAAAw/32YH4r6xzmc/s1600/penanjakan3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 205px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_HiLFVE-MGpk/TGYgjHx3TCI/AAAAAAAAAAw/32YH4r6xzmc/s400/penanjakan3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505123382262713378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Datangnya bulan Suci Ramadhan, menghentakkan umat Muslim akan kesadaran eksistensi dirinya sebagai Hamba Allah Rabbulalamin, seiring dengan hembusan angin dan gemercik hujan di pagi hari awal Bulan, bagai memberikan suasana kesejukan yang mendalam akan indahnya kedatangan bulan yang diagungkan seluruh umat muslim di nusantara ini, . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama ini biasanya menjadi awal, tolak ukur sejauh mana kesungguhan kita dalam berlomba-lomba belanja pahala yang katanya sedang cuci gudang, . . beuh dahsyat men, diskon besar-besaran pula, . . dimana mereka di iming-imingi pahala dengan lipatan ganda pahala yang sangat, . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba renungkan sejenak jika memang seperti itu adanya, samakah bulan ini seperti surat pengampunan dosa yang di banggakan para kafirin dari golongan ahli kitab, . . dimana dosa mereka dapat mereka tebus dengan surat pengampunan dosa, . . setelah kita setahun bergelimang dosa maka satu bulan ini dijadikan moment mendekatkan diri dan kembali kepada jalanNya, . . sungguh sangat ironis !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang diterangkan dalam berbagai keterangan Nash-Nash Hadits yang Shahih, bahwa bulan ini adalah termasuk bulan maghfirah (bulan pengampunan) namun alangkah Naifnya diri ini jika kita hanya mengandalkan Bulan Ramadhan ini sebagai penebus dosa !! dan memang bukan sesuatu yang terlarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah tapi yah sudahLah, . . kalian mungkin mengerti apa yang aku maksud !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dalam faktanya memang selalu demikian adanya, bertaubat hanya di bulan ini saja, mendekat hanya dibulan ini saja, berharap hanya di bulan ini saja, berlomba hanya di bulan ini saja, sesempit itukah Al-Islam mengaturnya, . .??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin yag terasa berhembus didahiku masih seperti tahun-tahun sebelumnya, Dalam faktanya pula Puasa/Shaum ini juga masih terasa hambar, meminta maaf sebelum datangnya bulan suci Ramadhan, menahan lapar, dahaga dan nafsu belaka, . . adakah surga didapat dengan semudah itu ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sesungguhnya angin surga melambai kepada orang yang beriman tidak memerintah untuk berlapar-lapar dan berhaus dahaga, bukan pula memenej diri dalam mengendalikan hawa nafsunya, . . bukan untuk berpuasa, . . siapa bilang kita diperintahkan untuk berpuasa !!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan Allah mengutus utusannya; Rasulullah dan memerintahkan kepada seluruh abdi kerajaanNya (mu'minin) hanya untuk mengabdi kepadaNya tanpa menyekutukan sesuatupun atasnya, . . . dengan mematuhi apa yang dibawa RasuLNya, . . "jangan mempersulit !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan untuk berpuasa, tapi hanya untuk mendengar dan kemudian Ta'at kepada perintah Allah melalui RasuLNya, . . . itu saja !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka demi Negeri Muslim yang saat ini sedang tercabik-cabik oleh Kafir Laknatullah, berpuasalah jika itu memang salah satu yang telah di perintahkan Allah dan di bawakan oleh Rasulullah Shalallahu'alaihiwasalam, . . . karena itu adalah konsekuensi keimanan dan salah satu indikator ketaatan kita kepadaNya, . . bukan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Oky M. Darwisy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    01:00 AM (12 Agustus 2010/ 2 Ramadhan 1431 H)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1814447242359402199-7564070313506817169?l=al-darwisy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-darwisy.blogspot.com/feeds/7564070313506817169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-darwisy.blogspot.com/2010/08/bukan-puasa-kewajiban-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1814447242359402199/posts/default/7564070313506817169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1814447242359402199/posts/default/7564070313506817169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-darwisy.blogspot.com/2010/08/bukan-puasa-kewajiban-kita.html' title='Bukan Puasa kewajiban kita !'/><author><name>Menghilang menjadi Kamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09354978129842306692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-bBJkkBaBhsE/TYotNx24RXI/AAAAAAAAAB0/QgUoJDqt3JI/s220/aaaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HiLFVE-MGpk/TGYgjHx3TCI/AAAAAAAAAAw/32YH4r6xzmc/s72-c/penanjakan3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1814447242359402199.post-8711987477339308883</id><published>2009-05-09T08:37:00.000-07:00</published><updated>2009-05-09T08:40:03.708-07:00</updated><title type='text'>-Laskar Ungu-</title><content type='html'>Dibawah langit lembayung fajar&lt;br /&gt;Puluhan pasang kaki melangkah&lt;br /&gt;Berjalan serempak dengan penuh cita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah siang letih berjuang &lt;br /&gt;Guna memenuhi kewajiban &lt;br /&gt;Menggali ilmu demi masa depan gemilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bukan hanya menggugurkan kewajiban,&lt;br /&gt;Melaksanakan rutinitas belaka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, . . .&lt;br /&gt;Ada kalanya itu semua bisa terkorbankan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata&lt;br /&gt;Ada yang lebih penting dari itu semua &lt;br /&gt;Disinilah mereka ada&lt;br /&gt;Untuk mengemban misi mulia&lt;br /&gt;Memecahkan seperangkat teka-teki peliks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; . . . Dakwah untuk peradaban . . .  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup tak hanya Cinta&lt;br /&gt;Tak cukup kasih dan sayang&lt;br /&gt;Bukan hanya kata-kata&lt;br /&gt;Tidak sekedar menjaga akhlak&lt;br /&gt;Dan tidak sampai hanya pengamalan belaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi untuk menggapai sebuah esensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita begitu berbeda dalam banyak hal&lt;br /&gt;Tetapi tetap satu warna&lt;br /&gt;Menyatu padu dalam indahnya kebersamaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaga barisan ini&lt;br /&gt;Selalu luruskan dan rapatkan shaf ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat Syal membelit pundak kita begitu kokoh&lt;br /&gt;Teruskan  perjuangan ini, &lt;br /&gt;Walau kita tak lagi dapat bercengkrama &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yakin perjuangan ini akan menjadi lembar sejarah &lt;br /&gt;Dan yakin semua ada ganjarannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8:00am&lt;br /&gt;Saturday, 25 April 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1814447242359402199-8711987477339308883?l=al-darwisy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-darwisy.blogspot.com/feeds/8711987477339308883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-darwisy.blogspot.com/2009/05/laskar-ungu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1814447242359402199/posts/default/8711987477339308883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1814447242359402199/posts/default/8711987477339308883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-darwisy.blogspot.com/2009/05/laskar-ungu.html' title='-Laskar Ungu-'/><author><name>Menghilang menjadi Kamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09354978129842306692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-bBJkkBaBhsE/TYotNx24RXI/AAAAAAAAAB0/QgUoJDqt3JI/s220/aaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1814447242359402199.post-1166321076178931550</id><published>2009-05-09T08:35:00.000-07:00</published><updated>2009-05-09T08:36:17.895-07:00</updated><title type='text'>Rasakanlah Rasa ini</title><content type='html'>Pedih kurasakan perjalanan hidup ini&lt;br /&gt; Kelam dalam hati tak bisa ku hindari&lt;br /&gt; Pertaruhan harga diri yang terjadi&lt;br /&gt; Membuat diri ini terluka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Ketika sang mentari yang memancar&lt;br /&gt;Tak lagi dapat menghangatkan jiwa&lt;br /&gt;Berbalut seribu penderitaan&lt;br /&gt;Satu titik yang cerah itu telah hilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Oh, . . malang nian nasibku &lt;br /&gt; Sendiri dalam penantian yang hampa&lt;br /&gt; Kini jiwaku telah mati&lt;br /&gt; Hanya dapat mengenang kekalahan, . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 Oktober 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1814447242359402199-1166321076178931550?l=al-darwisy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-darwisy.blogspot.com/feeds/1166321076178931550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-darwisy.blogspot.com/2009/05/rasakanlah-rasa-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1814447242359402199/posts/default/1166321076178931550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1814447242359402199/posts/default/1166321076178931550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-darwisy.blogspot.com/2009/05/rasakanlah-rasa-ini.html' title='Rasakanlah Rasa ini'/><author><name>Menghilang menjadi Kamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09354978129842306692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-bBJkkBaBhsE/TYotNx24RXI/AAAAAAAAAB0/QgUoJDqt3JI/s220/aaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1814447242359402199.post-5635283461433403931</id><published>2009-05-09T08:30:00.000-07:00</published><updated>2009-05-09T08:34:29.639-07:00</updated><title type='text'>Bukan Dia</title><content type='html'>P&lt;br /&gt;ukul 15:17 WITA Sony telah selesai dari jadwal kerjanya hari ini, ia langsung mengambil air wudlhu dan pergi ke Masjid terdekat untuk melaksanakan sholat Ashar berjamaah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya diwaktu seperti ini ia belum bisa keluar dari kantornya desebabkan adanya beberapa jadwal tambahan yang menuntut tubuhnya untuk bekerja ekstra dari jadwal pokoknya ini, seringkali ia diminta membantu menyelesaikan beberapa pekerjaan atasannya untuk beberapa jam kedepan dan biasanya ia baru dapat keluar dari kantornya sekitar pukul 20:00 WITA, memang lumayan waktu tambahan itu tidak lebih dari 5 jam namun itu cukup membuat dirinya frustasi dan menyita waktu luangnya untuk beristirahat, setiap ia pulang keKost-kostannya yang terletak tidak jauh dari tempat kerjanya di kota Pontianak itu ia langsung merebahkan badannya sejenak kemudian langsung melaksanakan sholat Maghrib &amp; Isa yang sejatinya dilaksanakan diawal malam, setelah itu ia berbenah diri untuk menyiapkan pekerjaan untuk esok pagi dan langsung beranjak tidur. Kadangkala ia menyempatkan waktu juga untuk keluar malam membeli Nasi goreng keliling atau sekedar cemilan malam untuk menemani pekerjaan malamnya diKamar kecilnya ini. Untuk melepaskan kepenatannya ia selalu meluangkan waktunya disetiap malam minggu untuk refreshing dan berjalan-jalan ke Mall-mall atau ketempat wisata yang ada disekitar sana. Bahkan ia adalah Masternya film-film XXI tidak ada film layar lebar yang terlewatkan oleh dia disetiap bulannya. Namun sayangnya ia berangkat weekend hanya dengan membawa dirinya sendiri, ia tidak mempunyai kekasih hati yang bisa dibawa untuk mendampinginya berjalan-jalan melepas kepenatannya selama enam hari bekerja di kantornya, memang sangat menjemukan setiap hari kehidupan Sony hanyalah seperti itu saja sangat statis dan eksak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore ini ia dapat lebih leluasa untuk beristirahat dan bersantai, setelah ia selesai sholat Ashar berjamaah di masjid ia langsung pulang dan menggunakan waktu luangnya untuk membaca novel yang beberapa pekan lalu baru ia beli serta buku-buku motivasi dan buku pengetahuan lainnya untuk menambah literatur dan referensi ilmu yang ada dalam dirinya. Detik demi detik terlewati dan kini telah belasan ribu detik telah ia lalui dengan larut kedalam lautan gudang ilmu, jendela dunia yang bernamakan “buku” ini dan pada akhirnya sekarang ia hanya memiliki waktu satu jam saja untuk berbenah diri untuk pekerjaannya esok pagi yang telah setia menunggu dirinya di meja kantornya. Sungguh dirinya sangat lebih senang jikalau dia dapat menghabiskan waktunya seperti ini daripada harus menghabiskan waktu berlarut-larut hanya untuk jenis perkejaan yang sama, walaupun pekerjaan tambahan itu sudah jelas membuahkan fulus tambahan yang cukup besar baginya, tapi ini masah psikis yang tertekan dan mungkin dirinya telah sangat bosan dengan polanya yang seperti itu, untuk fisik mungkin ia dapat menahannya untuk sejauh ini, karena ia mengkonsumsi makanan dan multivitamin yang cukup baik dan memadai untuk kerja kerasnya selama ini. Tampilan fisiknya pun cukup athletis dan proporsional untuk jenis manusia malayu khususnya suku sunda. Iya dia memang seorang perantau yang bekerja di dalam salah satu BUMN di negeri ini, awalnya ia memang bekerja di daerahnya Jawa Barat namun seiring adanya intruksi pusat serta adanya otonomi daerah ia langsung di tempatkan di Kalimantan setelah melalui beberapa proses yang dilaksanakan oleh komite pusat. Ia langsung menerimanya dengan kepasrahan secara total secara dan penuh rasa syukur, mungkin ini yang terbaik.. Ia berpamitan dan meninggalkan keluarganya di Bogor entah untuk berapa lama waktunya. Sudah 3 tahun ia menetap disana dengan hanya setiap setahun sekali ia mudik ke kampung halamannya, tentunya setiap hari raya besar umat Islam, Idul fitri saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini hatinya cukup tentram setelah banyak dimasuki oleh kisah-kisah hikmah dan berbagai ilmu pengetahuan serta pencerahan dalam menghadapi hari esok yang lebih baik untuk bersemangat ikhtiar melaksanakan kewajibannya di instansi yang dirinya memiliki ikatan dengannya hingga setiap sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ukh Alhamdulillah suasana hati seperti ini jarang sekali menghinggapi diriku. Sekarang, . . . aku harus pergi keluar untuk mencari makan, dari ba’da Ashar tadi perutku belum terisi apa-apa, aku menyesal sekali, seandainya saja tadi sore aku membeli cemilan untuk menemaniku saat baca buku disini tadi? setidaknya perutku akan terisi, terganjal makanan, . . . . tidak keroncongan seperti ini. duh, aku harus cepat keluar untuk mencari makanannya, takutnya keburu terserang Mag nih”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sony berangkat menuju keramaian malam yang terletak tidak jauh dari Kostannya, memang tempat tinggal Sony selama ini termasuk cukup strategis di Kota Pontianak ini. Seperti biasa, pemandangan malam di Kota itu tidak kalah berbeda dengan kota-kota lain. Suasana malam yang begitu indah bagi para lelaki hidung belang. Itu adalah suatu hal yang lumrah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak bagi Sony walaupun jadwal Sholat wajibnya sangat kacau balau, jarang tepat waktu tapi setidaknya ia masih memiliki Iman dalam dadanya, ia sangat malu sekali ketika ia didekati oleh wanita, peristiwa ini sering terjadi kepada dirinya, disaat ia harus keluar malam untuk mencari makanan karena hal ini telah menjadi schedule setiap malamnya, seorang perjaka athletis keluar malam bersendirian, sebagian orang awam akan menyangka yang aneh-aneh dan wanita-wanita malam yang biasanya mangkal pun keluar dan beraksi merayu menawarkan dirinya untuk segera digarapnya. Eurgghhheu, . . . memang menjijikan dan memuakkan, ingin muntah jika melihat para pelacur itu beraksi dan bertingkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini ceritanya, setiap malam Sony keluar untuk mencari hidangan untuk memenuhi hak lambungnya tapi dilain sisi pula ada saja wanita-wanita penghibur yang menawarkan dirinya kepada Sony. ia sebenarnya ingin langsung menolaknya saja secara mentah-mentah, namun dia salah tingkah mendengar rayuan gombal para wanita pelacur itu, di dalam dadanya menghujam deras iman yang telah di tanamkan orang tua dan para ustadznya masa kecilnya di TKA-TPA dahulu. Di dalam hatinya dia berdo’a kepada Tuhannya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Alloh jauhkanlah hamba dari perbuatan yang engkau nistakan”&lt;br /&gt;“Dan kami berlindung dari kejahatan mahlukmu”1&lt;br /&gt;“Dari kejahatan malam apabila ia telah gelap gulita”2 &lt;br /&gt;“Dan dari kejahatan orang dengki apabila ia sedang mendengki”3&lt;br /&gt;“Ya Alloh Tolonglah hambamu ini, kami tak ingin masuk dalam Lumpur serta gelimangnya dosa dan maksiat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayang-bayang film yang sering ia menontonnya di XXI setiap akhir pekan sungguh membuat keimanannya sangat terguncang. Pergolakan suasana hatinya tak terelakkan sifat baiknya bergelut dengan sikap buruknya apakah ia akan mengikuti hawa nafsunya atau sifat malaikatnya. Namun ia lebih berusaha untuk mengalihkan nafsunya itu dengan berolahraga setiap subuh dan kepada kegiatan lain yang lebih positif dalam pandangannya, seperti halnya yang ia lakukan setiap akhir pekannya. Sungguh Sony sangat takut kepada azab Tuhan-Nya yang sangat dahsyat di hari pembalasan kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dengan secara halus dan masih memanusiakan wanita pelacur itu Sony mengalihkan pembicaraan dan menolak ajakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rp. 200.ribu doang bang, . . . dijamin kepauasan abang 100% poll, mau?”&lt;br /&gt;“Heu-he, . . tante, . .eh, . .mbak, jam segini ngapain keluyuran? Hati-hati ach, . . . Bahaya mbak, kejahatan sangat rentan terjadi di malam hari” &lt;br /&gt;“Oho, , nggak apa-apa bang, yang penting abang seneng kan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu Sony sangat kewalahan, salah tingkah dan sulit membalas kata-kata yang keluar dari mulut sang pelacur itu. Wanita itu sangat pandai berkelit, padahal jikalau Sony tega, saat itu juga ia sangat ingin sekali blak-blakan mengatakan bahwasannya ia sangat jijik kepadanya. Tapi ia memilih untuk tidak melakukan itu, dia sangat membenci perilakunya namun tidak terhadap orangnya. Sony, dia adalah orang yang sangat pandai menjaga perasaan orang lawan bicaranya, dia sangat menjunjung tinggi kemanusiaan. “Manusia harus diperlakukan seperti manusia, tidak pandang bulu” mungkin secara garis besar itulah salah satu prinsip hidupnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waah mbak jangan githu dong, semua lelaki yang lewat kesini pasti akan sangat senang melihat mbak, itu rizki dari Tuhan yang diberikan kepada kaum lelaki yang melihat mbak”&lt;br /&gt;“Rezeki gimana maksud abang, enggak gratis lho, bayar tahu !!, sekarang tuh ke toilet aja bayar”&lt;br /&gt;“Ya maksudku Cuma ngelihat aja mah kan gratis mbak ??” &lt;br /&gt;“Enggak, . . kata siapa,!! Bayar juga tahu”&lt;br /&gt;“Itu artinya dari tadi semua orang yang ada disini harus bayar?? Aku pun harus bayar githu ke mbak??&lt;br /&gt;“Ya seharusnya seperti itu !!”&lt;br /&gt;“lho kenapa mbak inikan jalan milik umum, semua orang berhak hilir mudik dan melihat-lihat keadaan di sekitar sini, termasuk melihat mbak”&lt;br /&gt;“Aaa~aah kebanyakan ngomong kamu bang, langsung ke intinya aja sanggup enggak kalau Rp.200, ribu ? ?”&lt;br /&gt;“Apanya ? ?”&lt;br /&gt;“Pura-pura bodoh kamu bang !!”&lt;br /&gt;“Hehe, . . . ya kalau belum dijelaskan gimana mau pintar mbak, aku dari tadi kan bingung, apa sich yang mbak tawarkan sama aku ? ?”&lt;br /&gt;“errrghhmmh, . . . dasar abang ini gimana sich”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang dari kumpulan pelacur itu datang menghampiri mereka berdua dengan dandanan yang lebih simple dan feminim dibanding pelacur yang dari tadi Sony layani ngobrol, maklum dandan pelacur bawel tadi sangat medok. Berbeda sekali dengan yang satu ini ketika langkah demi langkah dan lenggokan demi lenggokan pinggangnya semakin mendekati mereka berdua, dari radius 5 meter harum parfumnya tercium sangat pekat, sepertinya parfum Import yang cukup mahal harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ada apa kawan, sepertinya bargaining yang berlarut-larut”&lt;br /&gt;“Iya nih Za, orang ini pura-pura dungu, . . . ngomongnya muter-muter terus, banyak bacotnya !!”&lt;br /&gt;“Apa ! ! hati-hati ya mbak kalau ngomong, , dari tadi aku ngobrol ama mbak ini baik-baik, kok mbak langsung ngomongnya enggak dijaga githu sich !”&lt;br /&gt;“biasalah itu kan teknik lelaki yang ingin cari kenikmatan tapi nggak ingin ngeluarin duit. Yaaa, . . . seperti itulah, ngomongnya berbelit-belit”&lt;br /&gt;“Apa ! ! ! . . . @#%$+* ! !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran Sony saat itu benar-benar tengah diuji, dia sangat muak dengan para pelacur itu, sesungguhnya ia sangat marah ketika pelacur yang kedua itu menghancurkan apiknya susunan pembicaraan Sony dengan pelacur pertama yang berusaha ia cairkan. Huh dasar para pelacur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudahlah mbak, . . . kalau gini jadinya aku jadi malas melanjutkan perbincangan ini, . . . saya nggak ngerti tentang transaksi yang anda-anda obrolkan tadi, aku sudah menghabiskan waktu yang seharusnya saya gunakan sebaik mungkin”&lt;br /&gt;“Ya sudah silahkan bang”&lt;br /&gt;“Oke, . . aku pamit duluan ya, jaga diri kalian. Inget pesan-pesan yang tadi saya bilang??”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua pelacur itu terheran-heran melihat tingkah perjaka sunda ini. Sony mengambil langkah besar dan sedikit demi sedikit meninggalkan tempat terjadinya obrolan hangat yang berlangsung kurang lebih lima belas menit itu. Tanpa disengaja Sony mendengar bisikan pelacur kedua yang feminim tadi terhadap pelacur bawel yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbak dari gayanya sich Oke poenya, kaya artis keren papan atas, eeeeh, . . . tapi nggak tahunya, . . . dompetnya tipis”&lt;br /&gt;“Hihihihihihi, . . . sssssst jangan githu Za, nanti kedengeran lagi ama abangnya tuh, enggak enak kan nantinya.”&lt;br /&gt;“Enggak apa mbak, emang Fakta sich”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sony sangat geram dengan tingkah dua makhluk bumi berjenis kelamin wanita itu, sepertinya ia dianggap lelaki enggak bener yang selevel dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sialan mereka, Gajiku di kantor termasuk diatas rata-rata, heuh dasar para wanita sinting” desahnya’&lt;br /&gt;“Benar juga, keluar malam itu sangat buruk sekali dalam pandangan orang-orang awam, tapi mau bagaimana lagi.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kira-kira salah satu penggalan cerita yang pernah dialami oleh Sony ketika pergi keluar dimalam hari, masih banyak sekali tragedi-tragedi yang menghiasi dirinya setiap malamnya. Sebenarnya ia sangat malu sekali ketika ia harus dihadapkan dengan para kaum hawa. Karena dalam dirinya teringat Hadits Rasululloh SAW. Bahwa “Malu adalah sebagian dari iman” hadits tersebut sangat relevan dengan tragedi tadi, karena jika sudah tidak ada malu, apapun akan dilakukan dan segala hal yang tidak diingankan pun akan dengan mudahnya terjadi. Apalagi kemaksiatan sangat berpeluang terjadi jika telah ada kesempatan dan tercabutnya rasa malu. Naudzubillahhimindalik4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bayangan dibenak Sony saat ini sangat cerah dan berbinar-binar, ia seperti baru mendapatkan taufik &amp; hidayah ketika telah membaca buku-buku/ literatur yang mengisi lemari kamar kostan nya tadi. Seperti mendapatkan spirit baru, ia berjalan dengan penuh percaya diri. Tidak seperti biasanya, ia harus siap menahan rasa muak dan menyiapkan mental saat akan melewati kumpulan para pelacur yang biasa mengganggunya. Dengan PeDenya ia menyapa para pelacur yang biasa mengganggunya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hallo, . . . Assalamualaikum apa kabarnya malam hari ini” (dengan datar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka semua terheran-heran biasanya ia sangat anti sekali untuk memulai menyapa para kumpulan wanita pelacur itu, bisa dipastikan merekalah yang lebih dahulu menyapanya. Wajar sejak mereka telah mengetahui siapa sebenarnya pemuda perantau itu, selain ia tertarik terhadap bentuk fisiknya yang athletis dan proposional, mereka pun sangat tergiur sekali dengan harta dan jabatannya di kantor BUMN yang sangat bergengsi itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Sony sampai diKostannya dan siap untuk melahap nasi goreng hangat yang tersaji didepannya, sejenak ia merenung bagaimana nasib keluarganya di Bogor sekarang, apakah mereka bisa makan yang cukup seperti halnya dia saat ini, Sony meninggalkan dua adik perempuannya yang masih kecil dan remaja. Kakak pertamanya bekerja diperusahaan telephone selullar amatir di negeri ini jabatannya sebagai karyawan biasa, dan yang kakaknya kedua telah dibawa pergi merantau oleh suaminya ke batam. Ibunya sebagai ibu rumah tangga, dan Bapaknya kini telah lanjut usia ia seorang pensiunan pegawai Pos keliling. upah pensiunannya tidak seberapa, untuk memenuhi kebutuhan keluarganya Sony membantunya dengan mentransfer sejumlah uang ke kantor Pos disana, sehingga saat setiap bulan Bapaknya mengambil upah pensiun bisa ada tambahan darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini dia sedang resah terhadap usianya yang saat ini yang menginjak 25 tahun, ia belum kunjung mendapatkan tambatan hati, seakan wanita-wanita yang ada disekitarnya tidak memberi harapan pada dirinya, dilain sisi dia sangat malu berdekatan dengan para wanita. sekonyong-konyong ia langsung teringat kepada wanita malam yang selalu ia temuinya setiap harinya. Betapa tidak wanita itu memiliki frekuensi yang cukup besar, dalam setiap malam dia harus diganggu dan berarti ia harus berdialog dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“memang membosankan sich tiap hari harus bertemu dengan para wanita malam itu, tapi apakah itu adalah sebuah tanda terbukanya segala bentuk kemungkinan ? ?” tuturnya&lt;br /&gt;“mereka juga sama-sama manusia, tidak ada bedanya, bahkan saat aku memilih untuk tidak langsung menghardiknya, aku tahu bahwa merekapun butuh kasih sayang dan bimbingan, bukan untuk dijauhi” sambungnya dalam hati&lt;br /&gt;“aku sangat mempercayai kekuatan Cinta, . . . dan aku merasakan energi itu saat aku sering berdialog dengannya” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah setan apa yang membisikinya, atau dikarenakan literatur buku-buku itu ada yang nyeleneh, tidak seperti biasanya. Walaupun ia sangat respek dan mampu memanej perkataannya terdahap siapapun lawan bicaranya agar mereka tidak tersinggung namun dilain sisi hatinya sangat menolak kekacau balauan yang secara nyata terjadi disekitarnya dan ia sanggup mengontrol nafsu syetannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi yang cerah menyelimuti kota pontianak, tidak secerah hati Sony ia terlambat masuk kerja, ia datang pukul 08:00 WITA sebuah pelanggaran yang sangat fatal bagi aturan yang diterapkan dalam instansinya itu. Sony bangun pukul 07:50 WITA sebuah hal yang tidak pernah ia lakukan dalam hidupnya. Biasanya ia tak pernah bangun lebih dari Adzan subuh dikumandangkan. Tapi entah mengapa ini yang terjadi. Ini sangat ironis dan menjadi pertanyaan besar bagi dirinya. Waktu berlalu tak terasa, ia harus mengerjakan pekerjaan tambahan yang biasa telah dihidangkan oleh atasannya. Akhirnya ia pun pulang dengan jadwalnya padat hingga larut malam. Dan hal ini terjadi terus menerus terjadi sehingga menjadi jadwal tetapnya seperti hari-harinya yang lampau, ibadah sholat wajibnya pun menjadi lebih tak teratur dan sesekali terbengkalai, dalam hatinya Sony sangat sedih melihat dirinya yang sekarang ini merasa keimanannya sedang diujung tanduk. Sementara dilain sisi hubungannya dengan para wanita pelacur setiap malamnya itu semakin akrab khususnya Liza wanita malam yang feminim itu walaupun mereka belum melakukan perbuatan-perbuatan mesum. Namun tidak dapat dinafikan hubungan mereka sudah semakin jauh dan cukup serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Liza, . . apakah engkau percaya dengan kedahsyatan kekuatan Cinta? ?”&lt;br /&gt;“Apa, . . Cinta??”&lt;br /&gt;“Iyya, . . . Cinta, . . . Cinta lah yang selama ini membuatku dapat bertahan sampai sejauh ini denganmu untuk menjalin hubungan yang lebih serius dari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sony berbincang seperti biasanya, sambil berdiri dipinggir jalan dan tidak berani menyepi dengan hanya berduaan seperti lazimya pasangan-pasangan muda di setiap akhir pekannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cinta, . . . .. . . . . . . . . Apa yang engkau tahu selama ini tentang Sesuatu yang bernama Cinta itu bang ???”&lt;br /&gt;“Cinta adalah fitrah anak manusia yang harus ditempatkan pada tempatnya, jangan engkau teruskan pembicraan ini jikalau aku baru memahami arti kata yang mulia ini kemarin sore”&lt;br /&gt;“Saya sering sekali mendengarkan dari berbagai mulut para lelaki tentang apa itu arti Cinta bang, mereka sering mengucapkannya setelah mereka telah puas berkencan memenuhi hasrat syetannya itu padaku, . . . dan aku yakin itu hanyala basa-basi para lelaki busuk tapi aku belum pernah mendengar pernyataan Cinta di awal, saat tidak atau sebelum berkencan kecuali dengan kekasih hatiki beberapa tahun lalu, . . . yang menghianatiku.&lt;br /&gt;Dan kini sekarang seorang pemuda tampan merayap datang mendekati hatiku  dengan mulus secara perlahan dan mengatakan hal yang sama. Apakah itupun hanyalah sebuah bualan belaka saja ?!!!”&lt;br /&gt;“Liza, . . . maafkan aku, . . . aku tidak bermaksud menyakiti hatimu”.&lt;br /&gt;“Lalu apa ! ! ? ? Apa yang bisa engkau harapkan kepada seorang pelacur seperti saya ! ! Cinta jenis apa yang engkau harapkan dari wanita haram sepertiku? ? Tidak ada Cinta yang pantas engkau dapatkan dariku bang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa air mata mengalir dari empat mata yang sedang seru berdebat di bawah indahnya kelap-kelip bintang langit malam yang berubah menjadi suram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tak bisa menjelaskannya dengan kata-kata Liza, entah kenapa, aku pun tidak mengerti ini semua bisa terjadi”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa lidahnya kini kelu untuk mengungkapkan makna Cinta yang selama ini ia pahami, kata-kata untuk meyakinkan wanita malam atas ketulusan dirinya mencintainya seakan takan pernah terungkapkan. Sony mulai bimbang dengan kalimat yang keluar dari mulut cantik wanita malam itu, seakan kembali terjadi pergolakkan dalam dirinya. Dalam hatinya berkata (“Pelacur memang manusia tapi dia tetaplah pelacur Sony, masih banyak wanita suci yang dapat engkau persunting, jangan engkau turutukan hawa nafsu yang terbungkuskan Cinta palsu itu”) sisi hati lainnya membisikkan (“setiap manusia memiliki kesalahan dan pada waktu tertentu ia akan bertaubat, apakah engkau tidak mempercayai kekuatan taubat yang akan membawa sang pendosa kepada derajat kemuliaan tertinggi, daripada orang yang sok suci melupakan dosa seperti dirimu ini Sony?) kini ia dalam kebimbangan yang sangat membuncah, pada satu titik klimaks dia akan gila karena tidak bisa menahan rasa bimbang yang sangat menggebu-gebu ini, dua kata hati itu sepertinya benar semua, dan baginya kedua isi hati nurani tersebut bukan sebuah pilihan, saat ini Sony benar-benar telah menelan secara mentah-mentah buah simalakama. Dia benar-benar sangat bingung. Akhirnya setelah beberapa saat mereka saling membisu, dan saling menatap, mereka memutuskan untuk pergi berpisah berlawanan arah tanpa sepatah kata apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seteguk teh manis hangat yang mengalir lewat kerongkongan disubuh hari cukup membuat dirinya mampu menenangkan pikirannya, kali ini Sony berhasil bangun seperti hari-hari sebelumnya tanpa harus terlambat Sholat Subuh berjama’ah di Masjid dekat Kostannya. Sejenak ia dapat sedikit melupakan kejadian tragis semalam yang membuat lautan air mata di atas bumi Pontianak yang beratapkan langit gelap yang mendung itu. Ia membayangkan bagaimana indahnya hidup berkeluarga, memiliki keluarga yang sakinah, ia berpikir jikalau ia telah memiliki istri, tak usah lagi ia harus membuat secangkir teh manis hangat yang akan membantu menumbuhkan tenaga di pagi hari yang dingin ini, karena istrinyalah yang akan menyiapkannya kelak. Atau bahkan tidak ada lagi keluar malam hanya untuk sekedar mendapatkan sebungkus Nasi Goreng, andaikan saja, . . . . . Ooh sungguh lamunan yang indah dan sangat menyejukan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah bagaimana ia sangat malas beranjak dari sofa kost-kostannya ini, ia telah larut dalam indahnya nuansa estetika alam bawah sadarnya. tidak ingin ada seorangpun yang mengganggu nikmatnya pencitraan pesona alam hayalnya ini. Memang tiada yang kekal di dunia ini, baru saja Sony berharap untuk mendapat menjaga kenikmatannya itu dering telephone genggamnya menghancurkan gegap gempita keindahan mimpi bawah sadarnya. Lantunan Asmaul Husna pelan-pelan menghancurkan bayang-bayang khayalan semu seorang Sony yang mendambakan keluarga sakinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, . .Alloh, . . .Yaa Rahman,. .Ya Rahiim, . . Ya Malik, . . Ya Quduus, . . . Yaaa Salaaam, . . Yaa Mu’min, Ya Muhayimin,. . . Ya Adziz, Yaa Jabbar, Yaa Mutakkabir, Yaa Khaliq, Yaa Bari’, Yaa Mushoowwier, . . . Yaa Ghooffar, . . Yaa Qoohhar, . . YAA WAAHAB, . .YA RAZAQ, . . . YAFATAH, . . . YAA A’LIMM, . . . . . . . . . . . . . . . . .!!!!!”&lt;br /&gt;“ Waa, . .aa, . .ah Astaghfirulloh siapa yang menelephon menghancurkan kenikmatan saja”&lt;br /&gt;“Hallaaauuu, . . . aya naon ??? saha ieu teh, . .&lt;br /&gt;“Eee, e, . .eehh Sonny nyebut, . . . nyebut nak, kamu tuh kenapa?? Jangan pake bahasa daerahmu lah, sayakan  orang Dayak tulen jadi saya tak mengerti apa yang kau ucap tadi itu Sonn ! !” &lt;br /&gt;“Ohm, . . . iyya, iyya ma-maaf friend, . . tadi aku lagi enggak konek, biasa masih ngumpulin nyawa pagi-pagi gini udah kamu telephon ada apa dy, . ?&lt;br /&gt;“benar ternyata saat ini kau sedang tak konek Son, aku telpon kamu ini untuk mengingatkan kamu supaya kau tidak lupa membawa alat peraga yang kemaren si Boss buat. Dan aku heran saja jam setengah tujuh biasanya engkau sudah stand by di mejamu sambil duduk manis menyambut kedatangan karyawan-karyawan yang lain, eeeh ini tumben malah gak ada padahal pagi ini kau harus persentasi kan??&lt;br /&gt;“Ohhoo, . . .ooou se, . .se, . . sekarang jam berapa Ted, . .??”&lt;br /&gt;“Sekarang pukul tujuh kurang lima belas Son !! cepatlah kau berangkat, jangan sampai engkau mencoreng nama baikmu selama ini yang dikenal sangat disiplin itu Son !!”&lt;br /&gt;“ Iiii, . .ii, . .yaaa, aku langsung berangkat Son ! !” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta, . . .begitulah cinta membuat segalanya dapat berubah, . . . langit tetap biru, . . . malam tetap gelap, . . . matahari tetap bersinar terang, . . . burung-burung tetap berkicau dan terbang sesuai hukumnya, . . . namun Cinta yang ada dalam hati manusia dapat merubah suasana, zaman dan peradaban yang ada di daratan bumi ini. Setelah kejadian tragis lautan air mata yang mengaliri kedua pasang pipi anak adam itu, kini Liza tak terlihat lagi di tempat perkumpulan mangkalnya para pelacur itu. Hari berganti hari, Sony melewatinya dengan kesedihan yang mendalam. Bulan pun silih berganti Liza pun tak kunjung terlihat batang hidungnya sementara Sony terus menunggu dan berharap dapat berjumpa dengannya walaupun hanya sekedar say hai, . . . . namun waktupun yang menjawab semua ini, sedikit demi sedikit Sony dapat melupakan kenangan tentang Liza sang wanita malam yang fenomemal dalam memorinya, yang sampai pada akhirnya Sony menikah dengan anak dari atasannya yang sering ia Bantu di jam tambahannya selama ini. Bossnya itu sangat tertarik kepada kepribadiannya yang sangat rajin, disiplin, ulet, cakap, unik, alamiah dengan tanpa rekayasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menempuh hidup baru kawan, semoga harapan dan mimpimu membentuk Keluarga Sakinah menjadi kenyataan, . . . . . . sambtlah sinar mentari pagi dengan hangatnya kebahagiaan hatimu, . . . . . . heu, . . . . . kini tak usah lagi kau mengaduk sendiri teh manis hangat itu Son.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai 9:17 pm &lt;br /&gt;Ahad, 1 Februari 2009 &lt;br /&gt;Bandung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1814447242359402199-5635283461433403931?l=al-darwisy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-darwisy.blogspot.com/feeds/5635283461433403931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-darwisy.blogspot.com/2009/05/bukan-dia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1814447242359402199/posts/default/5635283461433403931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1814447242359402199/posts/default/5635283461433403931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-darwisy.blogspot.com/2009/05/bukan-dia.html' title='Bukan Dia'/><author><name>Menghilang menjadi Kamu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09354978129842306692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-bBJkkBaBhsE/TYotNx24RXI/AAAAAAAAAB0/QgUoJDqt3JI/s220/aaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
